Experiential Tourism di Tanah Purba

Experiential Tourism di Tanah Purba

Perkembangan teknologi informasi menggiring manusia pada perkembangan pengetahuan dan penyebaran informasi yang berlangsung begitu cepat, pengetahuan ini membuat hampir seluruh aspek kehidupan bergeser, termasuk dalam berwisata, dahulu orang cenderung datang ke tempat tempat indah saja sudah cukup, namun sekarang orang-orang menginginkan sesuatu yang lebih daripada itu, orang-orang ingin mendapatkan pengalaman langsung dan mendapatkan nilai lebih dari kegiatannya, “menonton” tak lagi menjadi poin utama bagi mereka, namun bagaimana mereka “terlibat” secara langsung dalam kegiatan tersebut menjadi hal yang amat penting dan dicari oleh wisatawan pada masa kini, pariwisata seperti ini yang disebut dengan experiential tourism.

Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berwisata melalui first-hand experience, panca indera wisatawan akan “dimanjakan” dan “distimulasi” dengan berbagai kegiatan. mata wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang menakjubkan, mulai dari pemandangan sawah, air terjun kedung kandang, kebun-kebun buah, embung/ danau buatan Nglanggeran, hingga Gunung Api Purba Nglanggeran yang memukau mata, belum lagi suara-suara lantunan musik gamelan dan tari-tarian seperti jathilan yang menambah relaksasi bagi wisatawan di tanah Nglanggeran.

Beralih pada Indera perasa, wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Nglanggeran dapat merasakan pengalaman secara langsung susu kambing yang diperah oleh wisatawan sendiri, serta dapat secara langsung mencoba olahan-olahan cokelat yang tersedia di desa wisata Nglanggeran, hal ini tentunya dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang berkunjung ke tempat ini, ditambah dengan interaksi wisatawan yang juga dibuat dekat dengan masyarakat setempat membuat memori wisatawan akan Nglanggeran semakin kuat, karena kemungkinan pertukaran budaya dan saling memahami budaya masing-masing antara masyarakat dan wisatawan sangat besar untuk terjadi, didorong oleh seringnya interaksi antar keduanya.

Nilai-nilai edukasi juga didapatkan wisatawan melalui aktivitas-aktivitas wisata yang ditawarkan seperti belajar membuat janur, belajar membuat hidroponik, memerah susu kambing, budidaya kakao, membuat batik topeng, menanam padi, serta belajar aktivitas budaya seperti jathilan dan reog menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi desa Nglanggeran sebagai pilihan destinasi wisata bagi wisatawan, tak heran apabila kunjungan ke desa Nglanggeran tak hanya dilakukan oleh wisatawan nusantara saja, namun juga sering menjadi pilihan destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara. Dengan potensi besar yang dimilikinya, Tanah Purba Nglanggeran dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan tanpa harus mengikis kekayaan alam dan budayanya.